Selasa, 25 Februari 2020

Cara Mengatasi Susah Tidur

Menurut National Institute of Health, sekitar 30% dari total populasi Orang memiliki gejala dari gangguan tidur, dengan wanita yang lebih banyak dibandingkan pria, biasanya karena perubahan hormon. Kondisi ini juga lebih umum terjadi pada mereka yang berusia lanjut, di atas 60 tahun, karena munculnya perubahan siklus tidur dan perkembangan penyakit lainnya yang yang timbul seiring pertambahan usia. Penelitian menyebutkan pravelansi insomnia di Indonesia dilaporkan capai angka 28 juta orang atau 10 persen dari jumlah populasi. Angka ini masih tertinggi di Asia. Insomnia kronis – tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian.

Terdapat dua tipe insomnia yaitu insomnia primer dan insomnia sekunder. Insomnia primer adalah insomnia yang tidak terkait dengan kondisi medis lain. Sedangkan insomnia sekunder adalah insomnia yang disebabkan oleh gangguan kesehatan lain, misalnya radang sendi, asma, depresi, kanker, atau refluks asam lambung (GERD). Insomnia sekunder juga dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan atau alkohol.
Insomnia dapat dialami oleh siapa saja, tetapi insomnia lebih berisiko terjadi pada orang lanjut usia, dan seseorang yang memiliki gangguan kesehatan. Pada umumnya, insomnia disebabkan oleh beberapa hal seperti:Stres, Depresi, Gaya hidup tidak sehat, Pengaruh obat-obatan tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar